ESDM di Earth Hour 2018: Hemat Energi untuk Hadirkan Listrik di Daerah 3T

Senin, 26 Maret 2018 | 23:57 WIB | Dian Lorinsa

JAKARTA - Pada gelaran Kampanye Earth Hour 2018, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyambut baik dan turut berpartisipasi dalam aksi 60 menit pemadaman lampu di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu malam (24/3) pada 20.30 hingga 21.30 WIB. Earth Hour ini sejalan dengan program konservasi energi yang menjadi salah satu program dari Kementerian ESDM.

"Kita sambut baik ini, kita senang adanya Earth Hour, karena ujung-ujungnya nanti adalah penghematan energi," ujar Direktur Konservasi Energi Sugeng Mujiyanto, yang pada Kampanye Earth Hour kali ini turut menyalakan lilin tanda dimulainya Earth Hour, bersama perwakilan GBK, WWF dan INASGOC Sea Games 2018.

Menurut Sugeng, Indonesia merupakan negara dengan energi perkapita yang tidak banyak, sehingga sangat diperlukan penghematan energi. "Negara kita ini energi perkapita tidak banyak, sehingga kita perlu gunakan secara baik, gunakan secara bijaksana, dan kita mesti tidak boleh boros, harus hemat," lanjutnya.

Hemat energi, imbuh Sugeng, juga perlu dilakukan untuk membantu masyarakat di daerah 3T (terdepan, tertinggal, terpencil) supaya mendapatkan listrik. "Kita mesti berhemat untuk teman-teman kita yang ada di daerah 3T supaya mereka mendapatkan listrik. Dari apa yang kita hemat, nanti uangnya untuk membangun pembangkit listrik buat teman-teman kita, saudara-saudara kita," tutur Sugeng lagi.

Hal lain yang dapat dilakukan untuk menjaga agar energi tidak terbarukan bisa awet hingga generasi penerus adalah dengan beralih ke energi terbarukan.

"Kita juga menggunakan energi batubara, minyak, dan gas, ini tidak terbarukan. Ini harus kita harus jaga sampai nanti anak, cucu, dan cicit kita, supaya bisa menikmati bersama gitu, kalau kita ambil semua sekarang, ya nanti tidak ada lagi. Kita perlu menggunakan energi terbarukan, jadi menggunakan yang terus menerus ada, seperti GBK ini yang memakai solar panel yang merupakan salah satu energi terbarukan. Kemudian juga kita gunakan hidro begitu ya, yang dari sumber daya air," jelas Sugeng.

Kampanye Earth Hour ini pun, ujar Sugeng, dapat membantu pengurangan emisi CO2 dan berpotensi dalam penghematan energi. "Nah, dengan penghematan energi, kita juga bisa mengurangi emisi CO2, di mana nanti akan bagus untuk bumi kita, untuk konservasi lingkungan. Juga potensi penghematan ini sangat banyak, mulai dari sektor industri, perumahan, dan dari sektor transportasi sangat banyak," pungkas Sugeng. (DKD)