Ditjen EBTKE Luncurkan Lomba Hemat Energi Gedung Perkantoran KESDM, Konsisten Gelorakan Budaya Hemat Energi

Senin, 23 April 2018 | 14:38 WIB | Humas EBTKE

 

JAKARTA - Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE), Rida Mulyana meluncurkan Lomba Hemat Energi (LHE) pada Gedung Perkantoran di Lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) di Jakarta, Senin (23/4).

Lomba ini diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif seluruh pegawai  di seluruh unit kerja di lingkungan Kementerian ESDM akan perlunya penerapan efisiensi dan konservasi energi, manajemen energi, serta inovasi dalam rangka efisiensi energi pada bangunan gedung. "Kami tidak ingin menjadi unit yang hanya membuat kebijakan saja, tetapi mulai sekarang kami implementasikan pada bangunan di lingkungan kantor kami," ujar Rida.

Sektor bangunan dan gedung merupakan salah satu pengguna energi besar yang ditunjukkan dengan konsumsi energi sebesar 36 Juta SBM. Adapun potensi penghematan penghematan energi pada sektor ini sebesar 10 – 30%. Penghematan ini dapat dicapai, baik dari operasi dan pemeliharaan gedung yang sesuai dengan prinsip-prinsip konservasi energi, maupun dengan penggantian peralatan. Berbagai regulasi dan program telah dibentuk untuk mengajak stakeholder dan seluruh masyarakat melaksanakan konservasi energi dengan berhemat energi, yaitu menggunakan energi secara efisien dan rasional tanpa mengurangi produktivitas, keamanan dan kenyamanan.

Dalam kegiatan Lomba Hemat Energi ini, bangunan gedung akan dibagi dalam 2 (dua) kategori yaitu (A) bangunan gedung kecil dan menengah dan (B) bangunan gedung besar. Adapun kriteria penilaian meliputi Komitmen Manajemen, Implementasi, Keberlanjutan dan Dampak Hemat Energi. Pelaksanaan lomba akan dimulai dengan sosialisasi dan walkthrough audit pada bulan April-Mei 2018 dan berakhir dengan pengumuman pemenang pada tanggal 22 April 2019.

Lomba Hemat Energi ini akan menerapkan standar lomba yang digunakan dalam ajang Asean Energy Award (AEA) agar menghasilkan model-model bangunan gedung yang hemat energi yang dapat bersaing di tingkat nasional maupun ASEAN sehingga dapat dijadikan contoh dan dapat direplikasi.

Rida juga menegaskan bahwa perilaku hemat energi membutuhkan waktu dan proses serta konsistensi untuk terus melaksanakannya. Dia mengharapkan lomba ini tidak sekedar sebagai event tapi mampu menumbuhkan budaya hemat energi bagi seluruh elemen pegawai KESDM. "Kami berharap rekan-rekan (pegawai KESDM) dapat menjadi agent of change hemat energi, mulai dari sadar, punya niat, diucapkan, melaksanakan, menjaga keberlanjutan, dan di ujungnya tumbuh budaya peduli dan hemat energi," pungkas Rida. (RWS)