Peluncuran Buku Potensi Panas Bumi Indonesia 2017

Selasa, 26 September 2017 | 18:27 WIB | Rakhma Wardani

Jakarta, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan meluncurkan Buku Potensi Panas Bumi Indonesia 2017 dalam pembukaan Pertambangan dan Energi Expo 2017 sebagai bagian dari Pekan Hari Jadi Pertambangan dan Energi pada Selasa, (26/9).

Buku ini merupakan sinergi antara Direktorat Jenderal EBTKE dan Badan Geologi dalam menyediakan data dan informasi serta memberikan layanan publik yang lebih baik secara transparan.

Dengan letak geografis berada pada jalur gunung api (ring of fire), Indonesia memiliki potensi panas bumi yang melimpah dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik. Saat ini telah teridentifikasi 331 titik potensi yang tersebar pada 30 Provinsi mulai dari Pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Maluku, sampai ke Sulawesi dengan rincian cadangan (reserve) sebesar 17.506 MW dan sumber daya (resources) sebesar 11.073 MW. Akan tetapi, pemanfaatan energi panas bumi untuk keperluan pembangkitan listrik baru 1.698,5 MW atau sekitar 10% dari cadangan yang ada sehingga peluang untuk pengembangan energi panas bumi masih sangat terbuka lebar.

Buku Potensi ini menyajikan ringkasan geosains potensi panas bumi, pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP), dan informasi kawasan hutan. Para investor dapat menggunakan buku ini sebagai sumber informasi dalam melakukan assessment awal untuk melakukan bisnis panas bumi di Indonesia. Buku ini juga dapat digunakan oleh mahasiswa dan akademisi dalam melakukan penelitian di bidang Panas Bumi. Buku Potensi Panas Bumi Indonesia 2017 terdiri dari 2 (dua) Jilid dan tersedia dalam bentuk cetak maupun digital. Selain itu, tentunya buku ini dapat digunakan bagi stakeholders lainnya secara luas. Stakeholders dapat mengunduh buku ini tanpa dikenakan biaya pada website ebtke.esdm.go.id.

Pada kesempatan ini, Menteri ESDM menyerahkan secara simbolis Buku Potensi Panas Bumi Indonesia 2017 kepada Kepala BKPM sebagai representatif bagi investor untuk masuk berinvestasi di Indonesia. Ignasius Jonan berharap data dan informasi yang tertuang dalam buku ini dapat bermanfaat bagi stakeholders secara luas dan dapat meningkatkan investasi berkelanjutan di bidang panas bumi untuk memajukan energi terbarukan yang bersih dan ramah lingkungan, serta mewujudkan energi berkeadilan untuk kesejahteraan rakyat. (RWS)