Pemanfaatan Energi Terbarukan “is a must”

Kamis, 28 September 2017 | 07:28 WIB | Rakhma Wardani

Jakarta, Pemerintah siap mengubah paradigma terhadap energi baru terbarukan (EBT), dari yang sebelumnya dipandang sebagai energi alternatif, menjadi energi utama. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) KESDM, Rida Mulyana di sesi diskusi panel pada acara Pertambangan dan Energi Expo 2017 di Jakarta, Selasa (26/9).

“Indonesia memiliki sumber daya EBT yang lengkap dari langit, bumi, hingga air. Jadi, tunggu apa lagi untuk segera menjadi EBT yang utama. Pemanfaatan energi terbarukan is a must, tidak lagi sekedar alternatif tetapi harus menjadi mainstream,” ujarnya.

Setidaknya terdapat enam sumber daya EBT yang dimiliki Indonesia, yaitu energi air, surya, angin, arus laut, bioenergi dan panas bumi. Total potensi keenam sumber daya tersebut diperkirakan sebesar 441,7 GW dengan kapasitas terealisasi hingga saat ini baru sebesar 8,89 GW atau 2% dari potensi.

Pemerintah telah menargetkan bauran energi yang berasal dari EBT sebesar 23% dengan total daya 92,2 million tonnes of oil equivalent (mtoe) pada tahun 2025 dalam Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Atas dasar tersebut, Pemerintah konsisten untuk terus memaksimalkan pemanfaatan EBT yang ekonomis.

Rida menyampaikan bahwa energi adalah instrumen mewujudkan keadilan sosial, yakni energi harus tersedia, merata dan terjangkau. Saat ini Pemerintah terus menambah kapasitas pembangkit listrik EBT sehingga dapat meningkatkan distribusi energi guna meningkatkan rasio elektrifikasi dan pemerataan serta keterjangkauan energi.

KESDM dalam hal ini Ditjen EBTKE telah menghadirkan berbagai nilai tambah seperti penyediaan insentif dan pemangkasan perizinan untuk meningkatkan investasi EBT serta layanan online EBTKE.

“EBT harus kompetitif, subsidi energi harus diminimalisasi. Harga energi harus ditekan makin murah (affordable). Semua ini untuk mewujukan energi yang berkeadilan bagi masyarakat dan investasi yang berkelanjutan, “ pungkas Rida. (RWS)