Wujudkan Harapan Masyarakat Jambi, Pemerintah Bangun Kemitraan Inklusif Bersama UNDP, BAZNAS, dan Bank Jambi

Saturday, 7 April 2018 | 13:49 WIB | Humas EBTKE

SAROLANGUN - Direktorat Jenderal EBTKE bersama dengan Program Pembangunan PBB 8 (UNDP) dan Pemerintah Provinsi Jambi melakukan ground breaking untuk memulai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi pada Jumat (6/4).

"Hingga saat ini baru 72% masyarakat Sarolangun yang terpenuhi kebutuhan listriknya dan di Kecamatan Batang Asai ini belum menikmati listrik yang langsung dari PLN namun menggunakan genset. Pemuda telah memasang tiang listrik namun belum teraliri listrik karena peralihan kewenangan dari pemkab ke pemprov," ungkap Bupati Sarolangun, Cek Endra.

Ground breaking ini sekaligus menandai pula dimulainya revitalisasi 3 PLTMH di Desa Ngaol, Desa Air Liki, dan Desa Air Liki Baru yang berada di Kecamatan Tabir Barat, Kabupaten Merangin. Pembangunan ini merupakan inisiatif bersama dari masyarakat yang diimplementasikan melalui kerja sama pendanaan dari beberapa pihak. Pembangunan dan revitalisasi 4 PLTMH tersebut dilaksanakan oleh UNDP dengan didukung oleh Bank Jambi dengan dana CSR sebesar 281.357 Dolar AS (sekitar Rp 3,76 miliar) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dengan menyalurkan dana zakat sebesar 350.000 Dolar AS (sekitar Rp 4,8 miliar).

Wakil Ketua BAZNAS, Zainulbahar Noor mengungkapkan bahwa ini kali pertama dukungan BAZNAS dalam penggunaan dana zakat untuk SDGs di Indonesia dan bahkan di dunia. Sebelum pembangunan dilaksanakan, dilakukan persiapan yang intensif selama 7 bulan, termasuk pemilihan lokasi dan pelibatan semua pemangku kepentingan untuk memastikan penerima manfaat memenuhi sayarat untuk menerima zakat. 

PLTMH yang baru dijadwalkan beroperasi pada bulan Agustus 2018 dengan  kapasitas 60KW dan mampu menyediakan listrik untuk 283 rumah tangga, dua sekolah, masjid dan 4 mushola serta infrastruktur desa lainnya. Sementara PLTMH yang direvitalisasi dijadwalkan beroperasi penuh pada bulan Juli 2018 dengan kapasitas masing-masing sebesar 40KW. PLTMH yang direvitalisasi diharapkan mampu menyediakan listrik bagi 523 rumah tangga, 5 sekolah, 3 masjid, 15 musholla, 1 pesantren dan infrastruktur desa lainnya. Secara keseluruhan, 803 rumah tangga akan mendapat manfaat dari program ini. Untuk menjaga keberlanjutan PLTMH ini, operator di setiap desa akan dilatih untuk mengelola pembangkit listrik tersebut.

Sementara itu, Wakil Direktur UNDP Indonesia, Francine Pickup menuturkan bahwa gagasan awal pembangunan PLTMH merupakan bagian proyek fasilitas lingkungan global untuk mendukung energi terbarukan di Indonesia, pengentasan kemiskinan dan pembangunan yang berkelanjutan. "Ini adalah contoh pertama bagaimana kemitraan inklusif antara UNDP, organisasi keagamaan (BAZNAS), sektor swasta (Bank Jambi) dan Pemerintah dapat memberdayakan masyarakat lokal dan berkontribusi pada pencapaian SDGs,” ungkap Francine.

Ground breaking ini sangat penting karena pembangkit listrik ini memberi harapan dan kesempatan bagi warga. Sebelumnya, proses persalinan terpaksa dilakukan dalam gelap gulita; anak-anak belajar dan beribadah dengan cahaya lilin; dan tanpa listrik, kesempatan untuk berwirausaha sangat kecil.

"Kementerian ESDM terus berupaya untuk mencoba menjawab lebih cepat bagaimana pelayanan kebutuhan energi masyarakat ini dilakukan melalui kerjasama dengan beberapa pihak salah satunya UNDP melalui program Transformasi Pasar melalui Desain dan Implementasi Aksi Mitigasi yang Tepat dalam Sektor Energi/MTRE3 ini,"ungkap Sekretaris Ditjen EBTKE, Wawan Supriatna. Wawan juga mengungkapkan bahwa secara keseluruhan pembangunan 4 unit PLTMH ini diharapkan mampu mendukung program Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan rasio elektrifikasi dengan memberikan kesempatan bagi rakyat untuk merasakan manfaat listrik sama dengan apa yang dirasakan saudara-saudara di wilayah lain di Indonesia yang telah mendapatkan listrik, setelah 72 tahun Indonesia merdeka.

Masyarakat Lubuk Bangkar berharap pembangunan PLTMH tidak terlalu lama sehingga dalam waktu dekat dapat menikmati listrik untuk menekan pengeluaran biaya penggunaan genset sekitar Rp.180.000,- per harinya dan memudahkan anak-anak belajar dan mengaji serta memudahkan para ibu dalam melaksanakan pekerjaannya.

Turut hadir dalam kegiatan Ground Breaking ini Wakil Gubernur Jambi, Fachrori Umar; Plt. Bupati Merangin, Husairi; Kepala OJK Provinsi Jambi, Emdang Nuryadin; Direktur Bank Jambi, Yani; National Project Manaher MTRE3, Boyke Lakaseru; serta Kepala Desa Lubuk Bangkar, Radinal Muchtar. (RWS)