Tim Konservasi Energi Paparkan Hasil Audit Energi Gedung Perkantoran ESDM

Selasa, 4 Desember 2018 | 18:15 WIB | Humas EBTKE

CIREBON– Sebagai salah satu tahap menuju penerapan efisiensi, inovasi dan manajemen energi di lingkungan kantor ESDM, hari ini (4/12) Direktorat Konservasi Energi mereview dan memaparkan hasil pelaksanaan walkthrough audit energi yang telah dilaksanakan pada bulan April s.d November 2018 pada 18 (delapan belas) gedung unit/satuan kerja di lingkungan Kementerian ESDM.

Pelaksanaan walkthrough audit ditujukan untuk melihat dan mengukur kondisi penggunaan energi listrik di gedung perkantoran KESDM baik dari aspek tata cahaya, tata udara dan penggunaan di peralatan elektronik lainnya, apakah sudah sesuai dengan SNI 6197 : 2011 tentang kualitas pencahayaan dan SNI 6390 : 2011 tentang kualitas kenyamanan tata udara.

Kegiatan audit energi ini juga merupakan salah satu rangkaian dan tahapan kegiatan Lomba Hemat Energi pada Gedung Perkantoran di Lingkungan Kementerian ESDM, yang digelar Direktorat Jenderal EBTKE. Dalam kegiatan Lomba Hemat Energi ini, bangunan gedung akan dibagi dalam 2 (dua) kategori yaitu (A) bangunan gedung kecil dan menengah dan (B) bangunan gedung besar. Adapun kriteria penilaian meliputi Komitmen Manajemen, Implementasi, Keberlanjutan dan Dampak Hemat Energi. Pada kesempatan ini, Tim Konservasi Energi juga memberikan pendampingan pengisian formulir dan kuisioner bagi seluruh perwakilan unit peserta Lomba Hemat Energi di Lingkungan Kementerian ESDM.

Lomba Hemat Energi ini akan menerapkan standar lomba yang digunakan dalam ajang Asean Energy Award (AEA) agar menghasilkan model-model bangunan gedung yang hemat energi yang dapat bersaing di tingkat nasional maupun ASEAN sehingga dapat dijadikan contoh dan dapat direplikasi. Nantinya, pengumuman pemenang dan penganugerahan pemenang Lomba Hemat Energi ini akan diumumkan pada 22 April 2019, bertepatan dengan Hari Bumi.

Diharapkan Penghematan energi di gedung perkantoran Kementerian ESDM memberikan dampak nyata dalam bentuk penghematan biaya konsumsi listrik dan pemeliharaan gedung yang lebih baik serta tentunya dapat menjadipercontohan bangunan gedung hemat energi di Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah lainnya. (DLP)