Tim Teknis Ditjen EBTKE Lakukan Inspeksi Pabrikasi LTSHE

Selasa, 25 Juni 2019 | 15:35 WIB | Humas EBTKE

CIKARANG - Hari ini, Selasa (25/6) Tim Teknis Pemasangan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Tahun Anggaran 2019 bersama dengan Tim Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM, Pejabat Pembuat Komitmen Pemasangan LTSHE, dan Konsultan Pengawas melakukan inspeksi pabrikasi proses produksi Lampu Tenaga Surya Hemat Energi di pabrik PT Adyawinsa Electrical and Power, yang berlokasi di Kawasan Cikarang.

"Inspeksi ini tujuannya melihat cara kerja, pembuatan dan uji kelayakan pada LTSHE. Kami ingin melihat langsung pembuatan, perakitan, pengepakan hingga proses pengiriman ke daerah-daerah untuk didistribusikan ke dusun atau desa yang jauh dari aliran listrik PLN, tentu saja yang sudah terdata oleh Ditjen EBTKE," ungkap Inspektur I, Inspektorat Jenderal KESDM, Umi Asngadah.

Sebagai pemenang lelang, PT. Adyawinsa diberi mandat untuk memproduksi LTSHE sebanyak 84.000 set pada tahun 2018 dan 81.000 set pada 2019, dengan kapasitas produksi 10.000 set/minggu. Direktur PT Adyawinsa, Anshar Muchtar merincikan hingga 24 Juni 2019, produksi modul surya dengan kapasitas 30Wp mencapai 476 unit/shift dan diperoleh modul surya sebanyak 36.145 unit. Sementara kapasitas asembling lampu LED sebanyak 450 pcs lampu LED/line/shift. Saat ini ada 6 line produksi yang digunakan 2 shift dan telah diproduksi sebanyak 76.368 unit lampu LED.

Lebih lanjut Anshar mengungkapkan total produksi LTSHE yang sudah selesai pengemasan dan siap kirim saat ini sebanyak 16.953 set dan yang telah dikirim sebanyak 14.400 set. "Sisanya sebanyak 64.694 set  akan selesai produksi dan siap kirim ditargetkan selesai tanggal 10 Agustus 2019. Kendala yang dihadapi dalam proses produksi adalah pada suplai baterai dan saat ini sudah dapat diatasi dan proses produksi semakin lancar," imbuhnya.

Pengiriman LTSHE produksi PT Adyawinsa antaralain ditujukan ke Kalimantan, Sulawesi, Papua, Papua Barat, Maluku, Jawa dan Nusa Tenggara sesuai penetapan paket. (RWS/DLP)


Contact Center