Gelar Wicara dan Pameran Proyek Energy Access Beyond Access (ENACTING)

Senin, 7 Oktober 2019 | 11:15 WIB | Humas EBTKE

 

JAKARTA - Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) dan the Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH melalui proyek Energising Development (EnDev) Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur melaksanakan Proyek Percontohan ENACTING (Energy Access Beyond Lighting – Akses Energi Untuk Kegiatan Produktif), yang dilaksanakan di 6 lokasi Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Proyek Percontohan ENACTING direncanakan sebagai model pengelolaan dan pemanfaatan PLTS komunal secara berkelanjutan melalui pengembangan usaha ekonomi desa berbasis sumber daya lokal dan energi terbarukan. atau sering juga disebut dengan Productive Use of Energy (PUE). Diharapkan pendekatan ini bisa diaplikasikan ke sekitar 300 PLTS komunal yang telah dibangun Pemerintah atau pun ke PLTS komunal baru yang akan dibangun di masa depan.

Pasca 9 bulan pelaksanaan proyek Enacting, dan dalam rangka memperkenalkan model pengelolaan PLTS komunal beserta hasil-hasilnya, diselenggarakan acara  ‘Gelar Wicara dan Pameran Hasil Fasilitasi ENACTING 2019’ yang mengambil tema “Praktik Cerdas Pengembangan Ekonomi Produktif Desa Penerima Manfaat Pembangkit Listrik Energi Terbarukan”. Kegiatan ini dilaksanakan secara simultan di dua kota, yaitu Makassar pada tanggal 24 September 2019 dan di Kupang pada tanggal 26 September 2019.

Ada tiga kegiatan utama dalam acara ini, yaitu gelar wicara, pameran photo kegiatan selama 9 bulan pelaksanaan proyek, dan pameran hasil produksi masyarakat penerima PLTS komunal. Dalam Gelar Wicara, para narasumber yang berkontribusi  berasal dari berbagai pemangku kegiatan, yaitu pihak Pemerintah Daerah (Bappeda, Dinas ESDM, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa), PT. PLN (Persero), pihak swasta (Bank), pihak akademisi, LSM, dan Kepala Desa lokasi proyek. Di Kupang, Gelar Wicara ini disiarkan secara langsung oleh Radio Republik Indonesia Pro 4 Kupang, sehingga masyarakat dapat mengikuti jalannya diskusi dan ikut aktif dalam kegiatan tersebut.

Isu yang banyak diperbincangkan adalah mengenai keberlanjutan inisiatif Proyek ENACTING di masa depan dan bagaimana para pihak bisa berperan dan berkolaborasi. Semua pembicara setuju bahwa kerjasama antara pemangku kepentingan sangatlah vital dalam menjaga keberlangsungan operasional PLTS komunal untuk menopang pembangunan ekonomi desa dan kepemilikan aset oleh desa menjadi syarat bagi pengelolaan dan pemeliharaan PLTS komunal secara berkesinambungan. Secara umum proyek percontohan ENACTING ini disambut positif oleh para pemangku kepentingan dan para penerima dampingan.

Dalam kegiatan pameran, diperkenalkan 23 jenis produk makanan kecil hasil usaha kelompok wanita dan perseorangan di ke-6 desa dampingan. Produk-produk tersebut diolah dengan menggunakan bahan lokal dan diproduksi dengan menggunakan alat-alat listrik dengan daya kecil seperti mixer, blender dan sealer. Selain memperkenalkan produksi makanan lokal, pameran ini juga bertujuan untuk membuka peluang pasar bagi para pengusaha lokal tersebut. Secara umum, pameran tersebut telah berhasil menarik minat pengunjung dan beberapa pengusaha bahkan menerima permintaan untuk produk mereka. (GIZ/DLP)


Contact Center