Peluang Kerjasama, untuk PLTS Komunal ke Sistem On Grid PLN

Saturday, 16 December 2017 | 07:03 WIB | Bambang Wijiatmoko

Semakin jauhnya jangkauan layanan listrik PLN ke masyarakat pelosok, sehingga dapat mencapai daerah-daerah yang sebelumnya gelap gulita ataupun sudah ada bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menjadi teraliri listrik PLN. Sehingga perlu upaya untuk terus mendayagunakan aset yang telah dibangun tersebut dapat termanfaatkan dengan menyambung ke jaringan On Grid milik PLN.

Kondisi tersebut disampaikan oleh Wamen ESDM saat melakukan kunjungan kerja ke PLTS off-grid komunal di Dusun Tungkup, Desa Nyuruk, Kabupaten Belitung Timur. Kunjungan kerja ini untuk melihat potensi interkoneksi energi terbarukan ke jaringan PLN. Interkoneksi PLTS Tungkup ke jaringan PLN juga dapat dijadikan contoh replika untuk proyek PLTS off-grid lainnya pada saat jaringan PLN mulai masuk. Kapasitas PLTS yang relatif kecil dianggap tidak akan memberi dampak yang signifikan atau gangguan pada sistem jaringan PLN.

 

Wakil Menteri Arcandra Tahar berpesan bahwa aset yang dibangun dari APBN juga perlu dirawat dan dijaga agar kemanfaatannya terus dirasakan oleh masyarakat, "saya berharap aset ini dapat diperdayagunakan, sekarang dimanfaatkan oleh 20 warga, kalau bisa dimanfaatkan lebih, dikerjasamakan dengan PLN, mumpung PLN ada disini, nanti dicarikan pola kerjasama seperti apa. Sehingga Aset yang 15 kW ini bisa dimanfaatkan paling tidak 90 persen" Pesan Arcandra kepada masyarakat Dusun Tungkup.

Sejak 2011 hingga akhir tahun 2016, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM telah membangun lebih dari 600 PLTS dan PLTMH komunal dengan total kapasitas 25 MW. Saat ini PLN terus berekspansi untuk memberikan akses listrik ke berbagai desa di Indonesia, sehingga interkoneksi PLTS off-grid menjadi penting untuk keberlanjutan pemanfaatan PLTS yang dibangun dari dana APBN bagi kesejahteraan masyarakat.

 

Interkoneksi listrik dari energi terbarukan ke jaringan PLN juga dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian target energi terbarukan sebesar 23 persen dalam bauran energi nasional pada tahun 2025, juga membantu Indonesia mencapai komitmen pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada tahun 2030. (BW)