Temui Gubernur Khofifah dan Walikota Surabaya, Dirjen Toto Diskusi Pengembangan EBTKE di Jawa Timur

Jumat, 20 September 2019 | 16:55 WIB | Humas EBTKE

SURABAYA – Direktur Jenderal EBTKE, F.X. Sutijastoto dalam kunjungan kerja nya ke Surabaya berkesempatan untuk bertemu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di kediamannya (19/9), untuk bersilahturahmi dan berdiskusi terkait terkait pengembangan dan rencana pemanfaatan energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE) di Provinsi Jawa Timur. Beberapa rencana dan hal yang dibahas antaralain seputar penyelesaian pemanfaatan sampah untuk PLT Sampah di Kota Sidoarjo, Probolinggo dan Kediri. Dirjen Toto pun meyampaikan bahwa sampai dengan tahun 2019 pembangunan infrastruktur EBT yang telah dilaksanakan di Jawa Timur sebanyak 2400 unit PJU- Tenaga Surya sudah terpasang.

“Rencana nya di tahun 2020, PJU-TS yang akan dibangun di Jawa Timur sejumlah kurang lebih 5000 unit, diprioritaskan untuk wilayah Pamekasan, kawasan wisata, hutan dan jalan Trunojoyo Madura yang rawan tindakan criminal” ujar Dirjen Toto.

Tak hanya itu, Dirjen Toto dan Gubernur Khofifah berdikusi pula terkait rencana pemanfaatan bioetanol di Jawa Timur dan pemanfaatan pellet sebagai bahan baku PLT Biomassa. Pada kesempatan ini, Gubernur Khofifah sangat mengapresiasi rencana pelaksanaan APEC Energy Working Group (EWG) ke-59, yang akan digelar di Kota Surabaya pada Maret 2020 mendatang.

“Saya sangat mendukung dan menyambut baik terpilihnya Surabaya sebagai tuan rumah acara internasional seperti APEC EWG di Maret mendatang”, ungkap Gubernur Khofifah.

Tak hanya bertemu dengan Gubernur Jawa Timur, Dirjen Toto juga menggelar pertemuan dengan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, yang akrab disapa Ibu Risma, untuk berdiskusi tentang pemanfaatan EBTKE khususnya di Kota Surabaya (20/9).  Ibu Risma menyatakan dirinya sangat setuju dan mendukung, bahkan berani untuk menerapkan kebijakan yang ramah lingkungan untuk diterapkan di Surabaya.

Dalam diskusi, diketahui bahwa sudah sekitar 50% listrik yang digunakan oleh Gedung Balai Kota dan rumah pribadi Ibu Risma dipasok dari panel surya dengan Break Even Point (BEP) sekitar 2-3 tahun. Kantor-kantor Pemerintahan, Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP), sekolah dan lampu lalu lintas di titik tertentu juga sudah dipasang panel surya yang terkoneksi dengan jaringan PLN, shingga berpengaruh pada penghematan biaya listrik bulanan Pemkot Surabaya. Tagihan lampu lalu lintas bertenaga surya ini berbiaya sekitar Rp 60-90 ribu per bulan, yang dulunya bisa mencapai 2 juta/bulan. Tak hanya menghemat biaya, lampu lalu lintas juga bisa menyala terus walau jaringan listrik PLN mati. (DLP)


Contact Center