Menteri ESDM Buka Gelaran IEECCE 2021, Event Virtual Dukung Upaya Dekarbonisasi Pacu Transisi Energi Bersih

Senin, 14 Juni 2021 | 13:45 WIB | Humas EBTKE

JAKARTA – Dalam menjawab tantangan global terkait transisi energi, dimana terjadi perubahan pola pemanfaatan energi berbasis fosil menjadi pemanfaatan energi bersih termasuk energi efisiensi, Masyarakat Konservasi dan Efisiensi Energi Indonesia (MASKEEI) untuk kali ketiga mengadakan IEECCE (Indonesia Energy Efficiency and Conservation Conference & Exhibition) 2021 yang dilaksanakan selama 4 hari, mulai 14 hingga 17 Juni 2021. Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual ini mengambil tema Responding to the Global Energy Transition, dan lebih spesifik pada Dekarbonisasi Sektor Mobilitas.

Saya ingin mengapresiasi MASKEEI untuk kegiatan The 3rd Indonesian Energy Efficiency and Conservation Conference & Exhibition 2021, dengan senang hati kami turut serta dalam kegiatan diskusi yang bermanfaat terkait dekarbonisasi. Kami berharap kita semua dapat berpartisipasi dalam implemmentasi konservasi energi di Indonesia. Atas nama Kementerian Marvest, dengan mengucapkan basmallah, saya resmi membuka IEECCE 2021”, ujar Menteri ESDM, Arifin Tasrif yang hadir pada pembukaan acara secara virtual, hari ini (14/06).

Melalui Paris Agreement, Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan emisi GRK 29% dengan usaha sendiri dan 41% dengan bantuan internasional di tahun 2030. Pada bulan April 2021 lalu, pada pertemuan The Leaders Summit, Presiden Joko Widodo menyatakan Indonesia berkomitmen pada Green Development dengan meningkatkan investasi transisi energi, pengembangan biofuel, indutri baterai lithium dan EV. Untuk sektor energi, Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi sekitar 314-398 juta ton CO2 pada tahun 2030 dan target efisiensi energi 30%. Pada tahun 2020 NDC Indonesia untuk ektor energi mencapai 64,4 juta ton CO2 dengan kontribusi yang berasal dari energi terbarukan, efisiensi energi dan bahan bakar rendah karbon.

Pada sambutan pembukaannya, Arifin mengatakan saat ini implementasi  efisisensi energi Indonesia telah menunjukkan angka yang baik, namun masih membutuhkan perbaikan dengan menurunkan intensitas energi 1% per tahun sesuai ketentuan  dan mengurangi konsumsi energi 17% pada tahun 2025  bersamaan dengan RUEN. Konsumsi energi di Indonesia terbanyak berasal dari sektor transportasi sekitar 44% atau 414 juta barel minyak setara dengan total konsumsi energi nasional di tahun 2016 dan kebanyakan untuk bahan bakar transportasi masih impor. Untuk kedepannya, impor ini akan terus berlanjut namun strategi efisiensi energi dalam sector tranportasi diharapkan mampu mengatasi tantangan tersebut. 

“Implementasi efisiensi energi bukanlah hal mudah, tetapi dengan komitmen dan tekad yang kuat, Kerjasama stakeholder, kami yakin dapat mengatasi semua hambatan yang ada”, pungkas Arifin.

Dukungan percepatan pengembangan konservasi energi dari Pemerintah, antaralain dengan membuat strategi jangka panjang yang diharapkan  memastikan pasokan dan permintaan energi yang andal, terjangkau, dan dekarbonisasi terutama dalam hal bahan bakar dengan menggunakan sumber EBT seperti solar pv, angin, panas bumi, hidro, laut, nuklir dan sistem penyimpanan energi baterai, konservasi pembangkit listrik tenaga fosil ke EBT, interkoneksi transmisi dan pengembangan listrik smart grid. Untuk mendukungnya, dibuatlah beberapa kebijakan untuk beberapa sector, yang disiapkan untuk mencapai target dekarbonisasi permintaan energi, GRK untuk semua sektor dengan implementasi standar minimum dan alat untuk pemanfaatan stok listrik. Untuk sektor transportasi sendiri, diwujudkan dengan implementasi KLBB di tahun 2040, manajemen energi, peralihan penggunaan kendaraan massal, seperti MRT, LRT dan juga penggunaan biofuel, green fuel. Untuk sector industry, diantaranya manajemen industri dan eknologi tinggi untuk industri. Untuk sektor komersial, penerapan manajemen energi dapat menciptakan teknologi tinggi untuk semua sektor.

Ketua MASKEEI, R.M. Soedjono Respati mengatakan bahwa di banyak negara pemanfaatan energi konvensional paling besar di sektor mobilitas, oleh karenanya keberhasilan dalam mengurangi emisi karbon di sektor ini akan sangat signifikan berkonstribusi pada penurunan karbon di tingkat global. Menurutnya, ambisi Indonesia untuk mengembangkan kendaraan listrik menggantikan kendaraan konvensional harus didukung oleh semua stakeholders di industri otomotif nasional maupun oleh semua stakeholders terkait.

“Kami berharap acara IEECCE 2021 ini akan bermanfaat dan memberi sumbangan serta dorongan pada upaya peningkatan efisiensi energi dan pengembangan energi bersih dalam rangka menjawab tantangan transisi energi global menuju pemanfaatan energi bersih/clean energy untuk pembangunan berkelanjutan”, ucap Jon Respati.

Gelaran IEECCE 2021 diselenggarakan berkolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung, yang menjadi salah satu rangkaian peringatan 100 tahun ITB dan memberikan penghormatan kepada fakta sejarah panjang pendidikan teknologi di Indonesia. Disamping itu, kolaborasi ini dimaksudkan untuk lebih mendekatkan komunitas akademik dengan komunitas professional dan praktisi yang bergabung dalam organisasi MASKEEI agar terwujud interaksi positif antara dunia Pendidikan, khususnya bidang teknologi dan riset, dengan masyarakat praktisi yang menerapkan teknologi dalam tataran yang nyata untuk membangun keberlanjutan Indonesia.

Sigit Puji Santosa, selaku Direktur National Center for Sustainable Transportation Technology (NCSTT) Institut Teknologi Bandung (ITB), yang juga merupakan Wakil Ketua Panitia, mengatakan bahwa ITB memiliki concern dimana permasalahan energi dan transportasi saling bergantung satu sama lain, klaster prioritas untuk riset energi dan lingkungan dan riset inovasi untuk mencari solusi sistem transportasi.

“Kami, NCSTT berbagi tugas bersama MASKEEI dimana ITB berkonsentrasi untuk smart mobility, bekerja sama dengan beberapa institusi dan Kementerian/Lembaga yang berkecimpung dengan suistainable transport. Jadi, saat ini kami sangat concern bagaimana mencari solusi bersama dan juga mencari inovasi apa yang bisa diadopsi sehingga kita bisa menjadi tuan rumah di dalam negeri sendiri dalam bidang implementasi teknologi energi konservasi”, kata Sigit.

Tentang IEECCE 2021

Secara keseluruhan, IEECCE 2021 terdiri dari International Conference, Exhibition dan beberapa Side Events, diselenggarakan dalam format virtual. Akan ada sebanyak 7 Plenary dan 6 Breakout/Technical Sessions ditambah dengan 2 Summit Meetings, yang akan dihadiri oleh lebih dari 160 orang narasumber dari dalam negeri dan 15 orang dari mancanegara. Selain itu, akan ada Virtual Exhibition, yang diikuti oleh lebih dari 20 peserta terdiri dari para sponsor yang mendukung acara ini. Karena sifatnya virtual, pameran akan dibuka selama 24 jam selama satu minggu penuh, sehingga diharapkan bisa dikunjungi oleh sekitar 1.000 orang pengunjung dari dalam maupun luar negeri.

Beberapa Site Events yang akan di selenggarakan antaralain, (1) Business Meeting dan One to One (matching),yang akan diikuti oleh sekitar 30 perusahaan manca negara yang memperkenalkan teknologi dan inovasi dalam bidang peningkatan efisiensi energi diberbagai bidang; (2) CapacityBuilding Program, terkait ESCO Business, dan program terkait dengan pembangunan dan pengeloaan gedung rendah karbon dan berkelanjutan.; (3) Virtual Site Visit ke beberapa objek di mancanegara terdiri dari kunjungan virtual ke Gottenberg Smart City di Swedia dan Toyama City di Jepang. Sebagai catatan, kunjungan virtual ke Toyama City boleh dikatakan sebagai “kunjungan balasan“ karena Walikota Toyama City telah hadir di Jakarta dalam rangka menghadiri di IEECCE 2018 yang lalu. Dalam rangkaian acara Virtual Site Visit juga akan dikunjungi contoh bangunan untuk residensial di Copenhagen, Denmark, yang dikembangkan menuju Net Zero Emission Buildingsdan 2 gedung di dalam negara yang berpredikat Green Building kategori Platinum (top rated) di BSD dan Jakarta.

Kementerian ESDM hadir dan berpartisipasi pada IEECCE 2021 dengan menghadirkan booth virtual, yang menghadirkan sajian informasi lengkap tentang upaya konservasi dan efisiensi energi serta pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Direktorat Jenderal EBTKE secara lengkap menyajikan berbagai program dan informasi terkait konservasi energi. Pengunjung dapat membaca berbagai publikasi dan buku komik yang dapat dibaca secara digital dan terdapat fitur unduh. Pada booth virtual ini, juga disajikan lengkap tentang Penghargaan Subroto bidang Efisiensi Energi tahun 2021 yang sedang dalam tahap penerimaan peserta.

Untuk mengunjungi booth Kementerian ESDM, dapat mengakses tautan berikut:

https://exhibition.ieecce.id/esdm#

*(DLP)


Contact Center